Dyah Pratitasari (Prita) merupakan doula persalinan serta konselor menyusui, yang menguasai keahlian sebagai instruktur yoga kehamilan dan fotografer persalinan.

Profesi dan keterampilan yang ia tekuni saat ini berawal dari pengalaman, pembelajaran, dan passionnya sekaligus. Sejak berusia 13 tahun, Prita didiagnosis mengalami skoliosis. Kondisi ini sempat membuatnya mengalami nyeri berkepanjangan saat hamil Velma, anak pertamanya, tiga belas tahun yang lalu. 

Tahun 2007, ia mulai menekuni yoga sebagai salah satu pilihan olahraga. Ternyata, rutin beryoga membuat tubuhnya menjadi lebih bugar dan keluhan seputar nyeri tulang belakangnya menghilang. Termasuk, saat ia kembali hamil hingga melahirkan anak keduanya enam tahun silam.

Ucapan Marie Mongan, yang berbunyi "When you change the way you view birth, the way you birth will change", itu terbukti benar. Ketika ia mengubah cara pandangnya tentang kehamilan dan persalinan, memberdayakan diri secara menyeluruh, proses persalinan yang ia jalani menjadi jauh lebih berkualitas.

 

Jose, anak keduanya, lahir secara lembut dan alamiah di rumahnya sendiri bersama bantuan bidan. Mereka menjalani Inisiasi Menyusu Dini selama lebih dari 2 jam, dan pengalaman positif itu berperan besar membuatnya menjalani masa menyusui secara lebih mudah. Ia juga tidak mengalami baby blues seperti sebelumnya.

Bagi Prita, proses transformasi yang ia jalani tidak lepas dari profesi yang ia jalani sebelumnya. Semasa menjadi jurnalis, ia banyak menulis isu kesehatan holistik. Salah satu tulisannya yang mengangkat tema Kesehatan Ibu dan Anak, membuat ia belajar bahwa angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Beberapa penelitian menyebutkan, salah satu faktor risiko pemicunya adalah masih kurangnya peran aktif para Ibu itu sendiri sebagai pemilik tubuh.

Tahun 2011, ia menggagas Gentle Birth Untuk Semua (GBUS); sebuah komunitas nirlaba yang mengajak berbagai pihak untuk memberdayakan diri dan belajar bersama dalam mewujudkan pengalaman melahirkan secara aman, lebih ramah jiwa dan minim trauma. Ia percaya, ketika seorang perempuan sudah memberdayakan diri dan merasakan manfaatnya, ia akan mampu memberdayakan perempuan lain dan lingkungannya. Komunitas ini berperan penting dalam memperkenalkan konsep "memberdayakan diri", sekaligus menyebarluaskan filosofi persalinan yang lebih ramah Ibu dan bayi (gentle birth) di Indonesia.

 

Setelah menamatkan beberapa pelatihan dan memiliki kompetensi, Prita mulai bekerja sebagai doula dan konselor menyusui. Ia membantu Ibu mempersiapkan proses persalinan sebaik mungkin, mulai dari memberikan kelas edukasi persiapan persalinan, yoga kehamilan, bantuan menyusun birth plan, dan bantuan menyusui pasca bayi lahir. 

Sementara itu, keterampilan dan passion-nya dalam dunia fotografi ia salurkan dengan mengabadikan momen kehamilan dan persalinan (birth photography) secara profesional sejak tahun 2012.

Pada tahun 2014, Prita resmi menjadi salah satu fasilitator Capacitar International di Indonesia. Sebagai fasilitator, ia berkesempatan memfasilitasi teknik-teknik self healing dan pertolongan pertama dalam menangani trauma, baik untuk perorangan maupun komunitas. Keterampilan ini juga ia terapkan dalam sesi mendampingi Ibu bersalin serta proses konseling menyusui.

Penghargaan demi penghargaan yang ia terima dalam bidang jurnalistik, serta kiprahnya dalam memperkenalkan kembali kebijaksanaan tubuh perempuan dalam proses kehamilan-persalinan dan menyusui, membuat ia terpilih sebagai Perempuan Inspiratif NOVA 2012 kategori Perempuan dan Kesehatan.

 

Meskipun demikian, bagi Prita, penghargaan terbesar yang ia terima adalah ketika Tuhan memberinya kesempatan untuk terus belajar dan bertumbuh. Salah satunya, dengan cara menjalani peran sebagai Ibu. Oleh sebab itu, jika ditanya apa profesinya, dengan bangga ia akan menjawab, "Full time Mama" :)

  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now