“Mbak Prita ngajar yoganya enak banget, semuanya dilakukan perlahan, nggak memforsir harus cepet bisa, pelan gapapa yang penting bener.

 

Semua gerakan latihan bisa disesuaikan dengan kondisi kehamilan kita. Misalkan sebelumnya ada riwayat pernah flek atau pernah kejadian apa gitu saat hamil, gerakannya akan menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Jadi nggak asal gerak-gerak aja. Aku malah nyesel baru privat sama Mbak Prita mulai di minggu ke 31. Harusnya bisa ikut sejak trimester pertama”  Gadis, Jakarta Selatan

“Doula. Like a trail guide, familiar with the path, she keeps holding your hand to hiking through the hardest part because she knowing the view at the end is incredible.

Terima kasih yang tak terhingga, Mbak Prita. For me, you are more than just a doula. I wouldn’t have been able to do it without you. I was so empowered. I will never forget my birth experience and the love I felt, that day. Semoga silaturahim kita terus terhubung. Salam sayang”

Eka, Jo, dan Maleo, Jakarta Selatan

“Sosok Mbak Prita sudah dekat di hati saya meskipun belum mengenalnya. Waktu itu, meski belum hamil, saya sudah rajin mengikuti tulisan-tulisannya di grup Gentle Birth Untuk Semua (GBUS). Beruntung, ketika hamil saya bisa mengikuti kelas prenatal yoga yang ia pandu setiap hari Minggu di Universitas Indonesia.

Dalam kelas itu, kami tidak sekadar berlatih yoga. Mbak Prita banyak berbagi ilmu seputar kehamilan dan persalinan, selalu mengajak kami berdoa bersama, dan foto-foto. Hahaha.. Mbak Prita juga melayani curhatan kami di akhir sesi yoga dengan sabar. Nada suaranya lembut, pribadinya hangat. Rasanya adem setiap kali mendengar Mbak Prita berbicara. Kesan yang kami terima selama perkenalan tersebut membuat saya dan suami menginginkan Mbak Prita bisa menemani kami saat proses persalinan.

Saat melahirkan Adia, anak pertama, bulan Januari 2016 lalu, prosesnya berjalan selama 30 jam. Sepanjang proses itu, Mbak Prita berada di sisi saya. Ia melakukan berbagai hal yang membuat saya tenang dan happy. Mulai dari memijat, melakukan rebozo, memberikan afirmasi positif, memeluk, menyuapi coklat, dan tentunya mengabadikan momen demi momen terindah saya tersebut dengan lensa kameranya.

Selain jadi lebih tenang, saya lebih mampu mengendalikan berbagai sensasi yang saya rasakan selama kontraksi. Saat bukaan 7, saya masih bisa mandi, makan, dan tertawa. Kehadiran Mbak Prita juga tetap saya rasakan pasca melahirkan. Ia selalu setia mendengarkan segala macam gundah gulana saya sebagai Ibu baru, khususnya dalam hal pertetekan hehehe.

Dengan itu semua, bagi saya Mbak Prita bukan hanya sekadar doula persalinan. Ia seolah sudah menjadi bagian dari keluarga, juga “teman seperjalanan” bagi hidup saya dan Adia. Atas segala kebaikan dan ketulusannya saya berdoa agar ia selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan segala aktivitasnya, serta kebahagiaan dunia akhirat. Semoga ia bisa mendampingi saya di kehamilan berikutnya, serta terus berkontribusi bagi ibu-ibu hamil lainnya. We love you, Mbak Prita!”

Putri Nur Winanti, Cirendeu, Tangerang Selatan

Seneeeennnggg ikut prenatal yoga sama Mbak Prita, praktekin napas perut dan mengejannya jadi efektif! Pas pembukaan 9, aku masih bisa ketawa-ketawa sampai bidannya bilang aku jagoan. Begitu sudah pembukaan 10, alhamdulillah hanya perlu 2x tarik napas Si Dede langsung lahir. Makasih ya Mbak Prita untuk ilmunyaaa…”

Bryna, Ciputat

“Bersabarlah kamu, dan kuatkanlah kesabaranmu..”, sebagaimana firman Allah, itulah yang kami rasakan saat menanti kelahiran anak kedua. Benar adanya bahwa kehamilan dan persalinan memang memerlukan bekal kesabaran yang melimpah ruah.

 

Keputusan kami meminta Mbak Prita menjadi doula sangat tepat, karena dengan segala pengalaman dan kemampuannya, ia dapat membantu kami melalui proses yang ada dalam mengupayakan persalinan normal pasca operasi sesar (Vaginal Birth After Caesarean atau VBAC), baik secara fisik maupun psikis.

 

Saat kami hampir menyerah, Mbak Prita juga mampu meyakinkan kami untuk terus berjuang. Dan… alhamdulillah wasyukurillah, anak kedua kami lahir secara normal sesuai harapan. Thanks Mbak Prita for your support!” – Febri dan Winursita, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan

“Walaupun belum berjodoh dengan persalinan pervaginam, namun proses operasi caesar kedua ini terasa sebagai “gentle birth”. Pasca operasi, rasa nyerinya sangat minim, tubuh saya bisa lebih cepat pulih. Selain itu, saya bisa menjalani proses IMD dan menyusui secara lebih lancar. ASI yang keluar juga cukup untuk bayi bahkan bisa ditabung.

 

Terima kasih untuk Mbak Prita, sosok doula kesayangan, guru prenatal yoga sekaligus “Kakak” yang membantu kehamilan dan persalinan kali ini menjadi lebih nyaman dan minim trauma“

Ayu Hapsari, Jakarta Selatan

  • Facebook Social Icon
  • Instagram Social Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now